Makam Kyai Rangga Haji (Demang Rangga Haji) di Gunung Rangga Haji Cibuluh Kecamatan Ujungjaya

Menurut sejarah Sumedang, Demang Rangga Haji atau Kiyai Rangga Haji adalah orang yang mengalahkan Aria Kuda Panjalu dari Narimbang agar masuk agama Islam.

Makam Kiyai Rangga Haji atau Demang Rangga Haji lokasinya di Pasir Rangga Desa Cibuluh, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang dan berdekatan dengan Bendungan Cipanas Sangiang Conggeang Ujungjaya, namun makom Kiyai Rangga Haji ada juga di Kampung Campaka Desa Sundamekar Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang.

Demang Rangga Haji, Eyang Kisab, Eyang Suta Braja, Eyang Sangiang dan Demang Watang Walakung adalah para petinggi Sumedanglarang di wilayah Ujung Jaya dan sebagian wilayah Indramayu.

Pangeran Santri atau Raden Sholih atau Ki Gedeng Sumedang mempersunting Nyimas Satyasih atau  Ratu Inten Dewata yang digelari Ratu Pucuk Umun Sumedang, mempunyai anak, yaitu : anak ke 1 Pangeran Angkawijaya atau Prabu Geusan Ulun, anak ke 2 Demang Rangga Hadji, anak ke 3 Demang Watang di Walakung Indramayu, anak ke 4 Santowan Wirakusumah di Pagaden, anak ke 5 Santowan Cikeruh di Cikeruh dan anak ke 6 Santowan Awi Luar atau Pangeran Bungsu.

Di jaman Ratu Inten Dewata atau Ratu Pucuk Umun Sumedanglarang dan Pangeran Santri memerintah Kerajaan Sumedanglarang di Ibukota Kutamaya antara 1530 – 1579, adik-adiknya Prabu Geusan Ulun ditugaskan menjadi santowan atau kepala pamerintahan setempat kerajaan Sumedanglarang. Jabatan Santowan dan Demang ini hampir setingkat dengan wedana pada jaman keadipatian di bawah pengaruh kesultanan Mataram pasca Prabu Geusan Ulun berkuasa. 


- Ke arah Selatan Sumedanglarang menugaskan Santowan Cikeruh, meliputi wilayah Tanjungsari dan Cikeruh.
- Ke arah Utara Sumedanglarang menugaskan Demang Watang di Walakung Surian dan perbatasan Indramayu. Sedangkan Demang Rangga Haji ditugaskan ke wilayah Conggeang, Narimbang, Tanjungkerta, Ujungjaya dan Buah Dua.
- Ke arah Barat Sumedanglarang menugaskan Santowan Wirakusumah meliputi Pagaden dan Pamanukan.
- Ke arah Selatan Sumedanglarang yang tidak jauh dari Ibukota  kerajaannya di Kutamaya menugaskan Pangeran Bungsu atau Santowan Awiluar, meliputi wilayah Cimalaka, Legok dan Paseh .


Selain menjadi Demang atau Santowan, putra-putranya Pangeran Santri diperintah menyebarkan ajaran Islam untuk rakyat Sumedanglarang di tiap daerah kewilayahannya.

Salam Santun






Baca Juga :

Tidak ada komentar