Buyut Sedet Siapakah Yang Dimakamkan Di Desa Cipeles Kecamatan Tomo Kabupaten Sumedang


Di komplek makam umum Desa Cipeles Kecamatan Tomo Kabupaten Sumedang ini,  ada makam-makam yang berasal dari Pajajaran dan dari keturunan mataram islam yang dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu :








Kelompok pertama  jirat makam dan nisan batuan kali termasuk makam tua, yaitu :  Petilasan Buyut Nyata alias Raden Memeut, makam Buyut Sedet, makam Buyut Sedah, makam Nyimas Pelet alias Embah Gabug, makam Nyimas Sedayu alias embah Sedayu alias embah  Setayu, makam nyimas Ronggeng alias Nyimas Naibah dan makam Embah Maen seorang juru Nayaga Ronggeng.

Menurut keterangan juru kuncinya makam Buyut Pelet ini, sebenarnya makam embah Gabug alias Nyimas Naibah yang ada di Desa Marongge Kecamatan Tomo, dan yang ada di Desa Marongge Kecamatan Tomo  hanya petilasan waktu itu Nyimas Gabug menghilang, karena makam yang aslinya ada di sini, dan tempat sebenarnya tidak jauh dari Desa Marongge Kecamatan Tomo, sehingga masyarakat di sini menyebut makamnya dengan sebutan Buyut Pelet atau Nyai Pelet.  

Nyimas Pelet Nyimas Naibah, Nyimas Sedayu alias Nyimas Setayu dan Nyimas Naidah, kakak beradik ini semuanya gabug. Gabug artinya tidak menikah atau tidak berketurunan, sedangkan profesinya adalah sebagai penari Ronggeng.  

Dari identifikasi lokasi makam-makam di Desa Cipeles Kecamatan Tomo, makam Nyimas Sa'adah tidak berada di lokasi tersebut, karena makam Nyimas Sa'adah berada di Desa Cibeureum Kulon Kecamatan Cimalaka. 

Berdasarkan penuturan Ki Obes yang anggota paguyunan Guriang 7 dan kini aktif sebagai kuncen makam Desa Cibeureum Kulon Desa Cimalaka. 

"Makam Nyimas Sa'adah berada di sebuah pasir di tengah pesawahan yang lokasi terlihat dari lokasi pemakaman Desa Cibeureum Kulom dan bahkan beliau meninggalkan tanah warisan yang kini menjadi aset pemerintahan desa Cibeureum Kulon karena Nyimas Sa'adah tidak mempunyai keturunan atau Gabug, Di Komplek makam Cibeureum Kulon pun ada makam tua yang konon berasal dari mataram juga yaitu makam Argapura".  Tutur Ki Obes kepada penulis. 

Sedangkan Buyut Sedah dan Buyut Sedet, yang makamnya ada di Pemakaman Desa Cipeles Kecamatan Tomo ini, saya kurang mengetahuinya.  Apakah makam Buyut Sedet tersebut isterinya dari Santowan Cikeruh yang makamnya ada di Cikeruh Tanjungsari, salah satu putranya Pangeran Santri dan Nyimas Setyasih atau Ratu Pucuk Umum Sumedang Larang.

Ataukah Buyut Sedet hanya sebutan panggilan yang sama, karena Buyut Sedet isterinya Santoan Cikeruh berdasatkan babon desa Cipancar Jati Sampurna Sumedang berada di Desa Cijambe kecamatan Paseh, oleh karena itu penulis belum bisa menyimpulkannya karena minimnya floklore di Desa Cipeles kecamatan Tomo yang saya ketahui.




Kelompok makam kedua, jirat makam dan nisan dari kayu, yaitu : makam Nyimas Raden Ayoe Argawati, makam Jaya Laksana, Suta Wijaya alias Jaya Riksa dan makam Nawi Mangkunegara. Menurut keterangan setempat sebagian besar beliau-beliau ini berasal dari Mataram.






Kelompok makam ketiga ; jirat makam dan batu nisan yang ditembok, yaitu :  makam Brata Jaya Manggala, makam Raden Jaya Ranta, makam Kuncen Ardjawa Dipraja 

Shema Pun Nihawah

Baca Juga :

Tidak ada komentar